Di kala embun menyentuh bumi
Di saat bumi masih terlelap
Ketika mentari masih malu menampakkan dirinya
Pagi belum datang
Dia berjalan, menyongsong fajar
Memikul beban, menahan perih
Berjalan cepat, berlari kecil
Terjatuh,
Bangkit,
Mentari bersedih, lalu ia memberikan sinarnya
Kehangatan mengobati pedihnya
Burung pun menemaninya.
Menghiburnya, bernyanyi padanya
Melodi indah bermain di telinganya
Awan melindunginya,
Memberinya rumah untuk berteduh dari siang
Sekeping uang logam bersembunyi di sakunya yang lusuh
Tersenyum, nyanyian syukur yang ia lagukan
Sep
12
2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment
Leave your comment here..
Thanks for reading, i'll reply your comment as soon as possible. Thank you, enjoy reading !
Regards,
Kiki Agnia